Home News PIB-BAPEDA INSIASI KEMANDIRIAN EKONOMI BERBASIS DESA

PIB-BAPEDA INSIASI KEMANDIRIAN EKONOMI BERBASIS DESA

394
0
SHARE

Inisiasi program ini disampaikan melalui lokakarya bersama di Aula Angling Dharmo Pemkab Bojonegoro kamis (11/08) yang dibuka oleh Setya Hartono, Wakil Bupati Bojonegoro. Hadir dalam lokakarya tersebut, delapan Kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), seluruh camat dan kasi PMD serta para pendamping Bumdesa dan Pendamping Desa program Kemendes. Tidak hanya itu, PT EMCL juga ikut hadir dalam kapasitasnya sebagai pihak swasta yang telah berkontribusi dalam pembangunan melalui program pendirian Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Bojonegoro.
“Saya minta seluruh camat untuk mengidentifikasi potensi apa saja yang dapat dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka pengangguran. Memang benar, saat potensi sudah ditemukan tetapi tidak semua memiliki pemahaman bagaimana cara memaksimalkan potensi yang tersedia. Karena itu, saya minta lokakarya benar-benar menjadi sumber inspirasi yang harus dilakukan oleh pemerintah bersama-sama dengan pihak swasta dan NGO,” ujar Setya Hartono dalam sambutanya.
Sementara itu, Sigit “samin” Agustiyono, Team Leader Program Pengembangan Inkubasi Bisnis memaparkan, kemandirian ekonomi berbasis desa intinya adalah memastikan desa tidak bergantung dengan bantuan dari pihak manapun. Karena itu, desa harus mampu mengelola potensi-potensi ekonomi yang tersedia untuk kesejahteraan masyarakat desa itu sendiri. Strateginya dengan melalui pengembangan usaha produktif masyarakat yang terhubung dengan lembaga ekonomi masyarakat di tingkat desa. Lembaga ekonomi ini bertujuan untuk mengkonsolidasikan semua potensi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Menurutnya, wacana yang sudah disepakati menunjukkan komitmen sinergi antar semua stake holder yang ada. Fokusnya adalah megindentifikasi semua potensi ekonomi tersedia, kemudian mendorong peningkatan kemampuan masyarakat desa untuk memulai usaha produktif berbasis potensi local. Kegiatanya, dalam bentuk pelatihan-pelatihan teknis produksi atau budidaya sesuai yang berkembang di masyarakat. Ditahap berikutnya, mulai di inisiasi lembaga ekonomi yang dibentuk dan dimiliki oleh masyarakat dalam rangka mendukung pengembangan usaha produktif masyarakat. Lembaga ini harus mampu memainkan peran akses permodalan, input produksi hingga perluasan jaringan.

lokakarya 1
“Sebagai contoh, jika potensinya adalah pertanian dan peternakan, maka ditahap awal seharusnya dilakukan upaya pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan bagi pengembangan budidaya masyarakat. Setelah itu, dilakukan uji coba dalam bentuk demplot dilevel desa untuk memperkuat kemampuan ketrampilan masyarakat. Yang ditandai dengan kegiatan sekolah lapang. Hal-hal yang tidak mampu dipenuhi, harus dipenuhi oleh lembaga ekonomi masyarakat yang dibangun. Misalnya, lembaga ekonomi membeli kotoran ternak untuk diolah menjadi pupuk organic padat yang dijual kepada para petani didesa tersebut. Sehingga ada integrasi antara usaha produktif masyarakat denga lembaga ekonomi yang akan dibangun. Bisa bentuknya Bumdesa, Koperasi atau yang lainya,” jelas Sigit
Menanggapi hal tersebut, Eryan Dewi Fatmawati, Kepala Bidang Ekonomi Bapeda Bojonegoro mengatakan, program Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Bojonegoro sebenarnya dapat direplikasi untuk diterapkan dilevel desa disemua kecamatan. Program ini menarik karena melibatkan partisipasi aktif masyarakat. “Yang terpenting adalah desa mampu mengkonsolidasikan potensi modal, jaringan dan peningkatan ketrampilan masyarakat yang bermuara pada pengembangan usaha produktif dan terhubungan dengan lembaga ekonomi masyarakat desa. Ditahap awal mungkin akan kita tentukan beberapa desa sebagai pilot project bersama,” pungkas Eryan Dewi. (sis)

SHARE

LEAVE A REPLY