Home News KEMENAKER GANDENG PIB LATIH PENGGERAK AGROBISNIS

KEMENAKER GANDENG PIB LATIH PENGGERAK AGROBISNIS

441
0
SHARE

Kementrian Ketenaga Kerjaan Republik Indonesia menunjuk Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Bojonegoro untuk menggelarkan pelatihan agrobisnis terpadu. Pelatihan yang digelar selama sepuluh hari tersebut berlangsung mulai sabtu (5/11) di Gedung Pelatihan PIB Bojonegoro desa Ringin Tunggal Kecamatan Gayam.
Ifa Jumrotun Naimah SPd MMPd, direktur PIB Bojonegoro mengatakan, pelatihan ini dalam rangka memberikan bekal kemampuan peserta dibidang agrobisnis. Peserta diharapkan memiliki kemampuan dan perspektif bisnis dibidang pertanian, peternakan dan produk olahan. “Ini sebagai bagian untuk menurunkan tingkat ketergantungan masyarakat terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan manufaktur. Budidaya dan berwirausaha diharapkan menjadi alternatif lain disaat ketersediaan lapangan pekerjaan manufaktur mulai terbatas,” papar Ifa Jumrotun Naimah.
Sementara itu, Arifin Manager Riset dan Training PIB Bojonegoro menjelaskan selama pelatihan, peserta mendapatkan pengetahuan tentang peluang dan potensi serta teknis budidaya, baik peternakan maupun pertanian. Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan pelatihan tentang managemen bisnis dibidang budidaya. “Peserta berasal dari kecamatan Gayam yang merupakan kawasan eksplorasi minyak Lapangan Banyu Urip yang dikelola oleh ExxonMobil Cepu Ltd. Mereka nantinya akan membantu penyelenggaraan PIB sebagai lembaga pelatihan dan pengembangan jaringan agrobisnis. Sisanya lagi akan menjadi local champions di delapan asoiasi binaan PIB. Mereka akan membantu menyebar luaskan agrobisnis melalui asosiasi masing-masing, layaknya seperti kader penggerak agrobisnis,” jelas Arifin.
Selain mendapatkan pelatihan dalam bentuk teori dalam kelas, selama pelatihan peserta juga diajak melakukan praktik. Diantaranya, pembuatan Mikro Organisme Lokal, Zat Perangsang Tumbuh, pembuatan pakan ternak dan pakan ikan hingga pembuatan produk olahan. Kemenaker sendiri memberikan kepercayaan kepada PIB Bojonegoro setelah sebelumnya melakukan verifikasi faktual. Diantaranya, memastikan kesiapan kapasitas tenaga ahli, standart ruang pelatihan hingga fasilitas pendukung seperti mini laboratorium, greenhouse, kumbung jamur, kandang ternak, miniatur sawah dan kolam ikan.(sis/sam)

SHARE

LEAVE A REPLY