Home News EMCL dan Nelayan Rumuskan Strategi Terbaik untuk Keselamatan Nelayan di Zona FSO...

EMCL dan Nelayan Rumuskan Strategi Terbaik untuk Keselamatan Nelayan di Zona FSO Gagak Rimang

115
0
SHARE
Sosialisasi FSO Gagak Rimang

ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sebagai operator Lapangan Minyak Banyu Urip berupaya agar operasi Kapal Alir Muat Terapung atau Floating Storage & Offloading (FSO) Gagak Rimang berlangsung aman dan selamat. Keselamatan nelayan di sekitar lokasi kapal yang berada 23 km dari pantai palang itu juga menjadi perhatian khusus EMCL.

“Hari ini kita menggelar diskusi terfokus dengan nelayan dan para pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi yang tepat dalam menjaga keselamatan nelayan dan sesama di sekita FSO,” ucap perwakilan EMCL, Beta Wicaksono di Resto Pantai Kelapa Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban pada Selasa (18/4/2023).

Kata Beta, sejak beroperasi pada tahun 2014, EMCL sudah melakukan sosialisasi kepada para nelayan secara rutin, baik formal maupun informal. Namun masih selalu ada nelayan yang belum memahami kondisi dan aturan yang harus mereka patuhi di zona keselamatan FSO. Oleh karena itu, harus terus memberikan pemahaman dan saling mengingatkan.

Sementara itu, ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tuban, Faisol Rozi mengakui masih ada nelayan yang nekat masuk zona terbatas dan terlarang di sekitar FSO. Namun, tidak selalu nelayan dari Tuban. Ada pula yang dari luar kota, bahkan luar pulau.

Faisol menganggap diskusi semacam ini penting untuk diselenggarakan. Artinya, semua bisa memberikan masukan dan menyampaikan kondisi masing-masing.
“Nelayan tentu butuh ikan. Mereka juga ingin pulang dengan selamat,” imbuhnya.

Faisol di depan para nelayan setempat dan tokoh masyarakat mengapresiasi EMCL yang terus menjalin hubungan baik dengan para nelayan. Menurutnya, komunikasi yang baik ini telah mengurangi banyak potensi pelanggaran.

“EMCL sangat luar biasa dalam menjaga komunikasi dengan nelayan. EMCLjuga memberikan perhatian yang nyata dengan berbagai programnya,” imbuh Faisol.

Dalam kesempatan tersebut Faisol meminta nelayan untuk tidak mendekat ke area terlarang FSO Gagak Rimang. Hal ini demi keselamatan bersama, baik nelayan maupun FSO Gagak Rimang yang merupakan objek vital nasional.

Kegiatan Diskusi Kelompok Terarah Zona Keselamatan dan Keamanan FSO Gagak Rimang diikuti oleh Kepala Desa Karangagung, Musyawarah Pimpinan Kecamatan Palang, HNSI Pengcab Tuban, tokoh masyarakat setempat, dan perwakilan kelompok nelayan. Hadir pula perwakilan Polairut Tuban, serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Tuban.(Min)

SHARE

LEAVE A REPLY