Home News Bangkrut Karena Harga Pakan, Warga Antusias Dengan PIB

Bangkrut Karena Harga Pakan, Warga Antusias Dengan PIB

582
1
SHARE

agus hafidhPusat Inkubasi Bisnis (PIB) Bojonegoro terus getol memotivasi dan memberikan pelatihan di sejumlah kawasan yang menjadi sentra pembudidaya ikan air tawar di Kab Lamongan. Kali ini giliran desa Lukrejo Kec Kalitengah Kab Lamongan yang berkesempatan dikunjungi tim PIB Bojonegoro. Kegiatan kali ini merupakan rangkaian pelatihan produksi pakan ikan air tawar atas kerja sama dengan pemerintah setempat.

ARIFIN, Manager Riset dan Training PIB Bojonegoro menjelaskan, Lamongan sebenarnya kaya akan potensi perikanan air tawar. Berdasarkan data produk domestik regional bruto (PDRB) melalui index dominasi antar daerah di Jatim, perikanan menjadi salah satu produk unggulan teratas di Lamongan selain sektor pertanian. Lamongan menjadi penghasil ikan terbesar di Jawa Timur dengan kontribusi 15,25% dari total produksi ikan di Jawa Timur.

Kata ARIFIN, budidaya ikan air tawar di Lamongan bukanlah hal baru bagi masyarakat, termasuk di desa Lukrejo Kecamatan Kalitengah. Hanya saja, harus mulai dipikirkan upaya untuk meningkatkan hasil budidaya ikan air tawar. Salah satunya dengan melakukan efisiensi biaya produksi dengan cara membuat pakan alternatif sendiri. Selama ini, menurutnya, pembudidaya banyak bergantung dengan pakan pabrikan yang harganya relatif mahal. Padahal, biaya pakan merupakan komponen terbesar dalam budidaya ikan air tawar.

Pelatihan produksi pakan ikan alternatif yang difasilitasi PIB Bojonegoro ini menitip beratkan pada penggunaan bahan-bahan yang tersedia di lokal. Namun, tetap memperhatikan kandungan nutrisi yang dibutuhkan. Dengan pemanfaatan bahan lokal dan didukung dengan teknologi yang mudah dijangkau, diharapkan para pembudidaya ikan mampu memproduksi pakan ikan sendiri.

SANTUN, salah satu peserta pelatihan perempuan dari desa Lukrejo mengaku tahun kemarin usaha budidaya ikan yang dijalaninya bangkrut. Penyebabnya, merosotnya harga ikan dan tingginya harga pakan sehingga hasil penjualan tidak sebanding dengan biaya produksi. Ia mengaku, selama ini mengandalkan bahan kimia termasuk pupuk urea untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan. Karena itu, SANTUN mengaku tertarik dengan pelatihan yang diberikan PIB. Harapanya, pakan dapat dibuat sendiri dengan biaya yang lebih murah namun berkualitas.

Sementara itu, SANARWI , SE kepala desa Lukrejo Kecamatan Kalitengah berencana tahun depan akan menganggarkan mesin produksi pakan ikan untuk memenuhi kebutuhan warga. Karena itu, ia berharap agar PIB Bojonegoro bersedia memberikan pendampingan perencanaan dan pelaksanaan usaha produksi pakan ikan didesanya. Tidak hanya itu, desa Lukrejo juga berencana membuat kegiatan pelatihan reguler setiap tahun untuk membantu meningkatkan kapasitas usaha yang dijalankan warga.

 

SHARE

1 COMMENT

LEAVE A REPLY