Home News Gandeng Eksportir Kembangkan Rempah-Rempah

Gandeng Eksportir Kembangkan Rempah-Rempah

1020
0
SHARE
Adi Pramudya, saat menjelaskan SOP budidaya, saat sekolah lapang

Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Bojonegoro menggandeng pengusaha rempah-rempah asal Jakarta dalam pengembangan komoditas rempah-rempah di Kecamatan Gayam Bojonegoro. Adi Pramudya, petani muda yang juga pengusaha rempah-rempah sengaja didatangkan untuk memberikan motivasi dan berbagi ilmu teknis budidaya hingga pemasaran komoditas rempah-rempah. Harapanya, tanaman nusantara ini dapat menjadi keaneka ragaman kemandirian pangan.
Program yang bertajuk intensifikasi lahan pertanian ini diinisiasi oleh ExxonMobil Cepu Limited yang bekerja sama dengan PIB Bojonegoro sebagai fasilitator pelaksana kegiatan. Program ini difokuskan untuk memberikan peningkatan kemampuan petani muda, khususnya untuk pengelolaan lahan yang selama ini tidak digunakan untuk tanaman padi. Saat ini, sebagai uji coba telah dilakukan penanaman bibit lengkuas diatas lahan sekitar dua hektar.
Menurut Adi Pramudya, Indonesia sebenarnya masih memiliki ketergantungan impor bahan baku obat, sehingga perlu disubstitusi oleh produk dalam negeri. Trend global back to nature menunjukkan pertumbuhan pesat, termasuk di Indonesia. “lengkuas ini selain untuk kebutuhan memasak, juga berfungsi sebagai bahan obat. Dengan pengembangan lengkuas sebagai salah satu komoditi rempah-rempah, cita-cita pemerintah tentang revitalisasi pertanian semoga dapat diwujudkan. Sehingga, kebutuhan substitusi produk dalam negeri terpenuhi dan kebutuhan peningkatan kesejahteraan petani juga terwujud,” papar Adi Pramudya.
Sementara itu, Ifa Jumrotun Naimah SPd MMPd direktur PIB Bojonegoro mengatakan, pilot project intensifikasi lahan dengan tanaman lengkuas tumpang sari jagung dan kacang tanah ini akan menjadi acuan dalam perumusan pengembangan rempah-rempah ditahap berikutnya. Menurutnya, kehadiran Adi Pramudya dalam pelatihan teknis budidaya telah banyak memberikan inspirasi motivasi bagi pemuda kecamatan Gayam untuk menggeluti dunia pertanian.
“program ini sengaja menggandeng karang taruna selain juga melibatkan petani penggarap. Karena fokus kita adalah memberikan peningkatan kemampuan petani muda khususnya dalam hal intensifikasi lahan pertanian dengan tanaman lengkuas yang ditumpang sari jagung dan kacang tanah. Ditahap awal, kami telah membuka satu kelas pelatihan teknis budidaya lengkuas. Berikutnya, kami juga akan melaksanakan sembilan kali sekolah lapang. Ditahap akhir nanti, kami tetap bersama mas Adi (Adi Pramudya-red) untuk memastikan jaringan pemasaran hasil panen lengkuas,” pungkas Ifa(sis/sam)

SHARE

LEAVE A REPLY